Rabu, 03 Desember 2014

OUTBOND TEKNIK ELEKTRONIKA "WE'RE ONE IN ELECTRONICAL ENGINEERING"

Ada banyak hal yang membuat kebahagiaan datang, tanpa harus disengaja. Terkadang sifat kekanakan itu benar - benar mampu membuat kenangan yang membahagiakan dalam eratnya kekeluargaan diantara kita.

TEKNIK ELEKTRONIKA


Perang Lumpur Semester 5 "Stambuk 2012"
Semester 5

Panitia Outbond (Semester 3)
Semester 1
Semester 5 "Gerakan Korsa" 
This is Me "RAHMAD kelas EK - 5A"


Kamis, 06 November 2014

“CINTA ITU DATANG LAGI, BAHKAN SEMAKIN BESAR”

Rabu, 6 Nopember 2014 Pukul 1.45 WIB 


Pagi itu, kira – kira pukul 10.00 pagi aku berjalan menuju lorong gedung Teknik Mesin. Mata ku secara tak sengaja melirik sekolompok mahasiswi. Kedua bola mataku memperjelas kembali dengan tatapan tajam. Sontak aku tersadar dan jantungku langsung berdebar, aku mengenal salah satu teman dari wanita yang selama ini ku kagumi. Paras cantik nan anggun itu, sikap nan lemah lembut membuat aku semakin yakin bahwa ia adalah wanita yang tepat untuk menjadi ibu anak – anak ku nanti.
Detak jantung semakin keras tak tertahankan ketika ia akan melewati dan berselisih dengan ku. Ku lihat ia beberapa detik, dan aku tertunduk lalu melayangkan pandangan ke lantai lantas tak menoleh sedikitpun kepadanya lagi. Begini lah cara ku mengkspresikan diri pada wanita yang kucintai. Tertunduk malu, dan tak banyak bicara karena bibir ini sudah mampu bicara lagi karena debaran jantung yang terlampau keras hingga tak sadarkan diri karena nya.

Sejenak aku berhenti dan tersandar di dinding gedung, aku tersadar dan memikirkan sikapnya yang baru saja aku saksikan. Aku terus bertanya – tanya seperti apa perasaan yang sebenarnya yang ia juga rasakan ketika melihatku. Hatiku ku seakan – akan berbicara, bahwa ia juga memiliki perasaan yang sama denganku.

Ia sepertinya terlihat malu – malu ketika melihatku. Apa dia juga? Sebagaimana aku?
Entahlah, yang pasti kali ini aku ingin memperjelas kisah cinta pertama ku seumur hidupku. Harapan ku saat ini adalah ia bisa menjadi sahabat ku dan mendampingi ku seumur hidupku.

Maafkan aku ini ya adinda, aku tak sama seperti mereka laki-laki lain yang langsung berterus terang akan masalah hati. Ini aku, yang tak terlatih dengan baik untuk urusan hati. Ini lah aku dengan modal cinta pertama yang masih kupertahankan dari dahulu. Komitmen dan prinsip yang terus ku pegang, untuk tidak mencintai wanita kecuali wanita itu berkualitas dan layak ku jadikan istri. Hanya untuk menjadikan istri. Tidak ada yang lain, ternyata kamu adalah orang nya. Yaa… kamu lah orang itu. Entah suatu keberuntungan atau tidak bagi mu, yang pasti kamu lah aku CINTA saat ini.

Kamu adalah wanita pertama yang kucintai atau cinta pertama ku. Semoga Allah mempersatukan kita. Semoga Allah membuat kita menyatu sampai akhir hayat. Sembari aku memperbaiki diri dalam pendewasaan yang akan kudapati di masa depan.




SEMOGA CINTA INI ABADI, SUCI, MURNI DAN MENYATU SELAMANYA  SAMPAI AKHIR HAYAT

SETETES CINTA UNTUK MU ADINDA TERKASIH

(24 Juni 2014 pukul 22:54)


GORESAN JIWAKU YANG PENUH BUNGA CINTA



Assalamua’laikum Wr.Wb


Kepada Adinda
Dengan sedikit keberanian, aku mengucapkan terima kasih kepada mu hai adinda ku yang terkasih. Karena adinda yang membuat ku jatuh hati untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupku. Perasaan yang berlarut-larut ini, aku ucapkan kepada mu agar adinda dapat memaklumi perasaan ku sebagai manusia biasa yang meiliki rasa cinta yang datang tiba-tiba. Beribu bidadari yang telah ku lihat, hanya engkau bidadari yang mampu memikat hati ku, hanya engkau yang mampu membuat ku jatuh hati, dan hanya engkau yang bisa membuatku menjadi seperti ini.
Bibir ini tak mampu mengatakan kepadamu hai adinda calon bidadari ku, bahwa kau membuat hari-hari dalam hidupku menjadi indah. Kelak dimasa depan, aku berharap kepada Allah agar Ia mempertemukan kita sebagai pasangan suami istri jika Allah menginginkan.
Taukah engkau adinda ku, beberapa kali aku berpapasan dengan mu, jiwa ini seolah – olah terbang dan lepas dari jasad yang membungkus. Detakan jantung berpacu tak beraturan yang membuat wajahku menunduk malu. Jika suatu saat kau melihatku dan aku memalingkan wajah, itu bukan karena aku sombong padamu, tapi karena sebenarnya aku malu akan diriku dan gugup berada  dihadapan mu. Apalah arti surat ini buatmu, mungkin aku adalah satu dari banyaknya pria yang jatuh hati padamu. Demi Allah, ingin rasanya aku mengatakan ini secara langsung kepada mu, namun apalah daya.. sifatku nan pemalu ini tak berani untuk mengatakan secara langsung padamu hai adinda. Aku memang tak seperti lelaki lain yang mampu memainkan kata dengan indah terhadap orang yg mereka cintai.
Dari kenyataan hidup dan perkembangan zaman yang semakin tua ini, ingin rasanya aku mengikuti mereka yang dengan bangga dan gembira berpacaran dengan pasangan yang bukan halal bagi mereka. Demi Allah sang pencipta bumi, hanya DIA lah yang mampu mengingatkan ku dan menegur ku untuk jauh dari perbuatan itu.
Demi Allah, tetaplah dengan jilbab mu agar orang memandang mu dengan kebaikan. Wajah mu nan indah itu jauh lebih indah bila dibalut dengan jilbab. Maafkan aku yang telah mengirim surat ini kepada  mu. setiap hari aku mencoba untuk menghilangkan perasaan ini, setiap kali aku mencoba sekejap itu pula bayangan paras wajah mu yang terlihat di fikiran ku.. begitu sulit untuk melupakan semuanya. Semoga dengan goresan ini adinda mengerti dengan perasaan ku. Semoga Allah melindungi mu Adinda


Dari RAHMAD to "MB"

 
;